Artikel
Sejarah Desa Suci
Suci merupakan sebuah desa yang berada di wilayah kecamatan Manyar. Asal-usul nama desa Suci ini sendiri dapat dirujuk pada cerita yang terdapat dalam Babad Gresik yang sekarang tersimpan di Museum Radyapustaka Solo dan di Leiden, Belanda.
Menurut isi Babad Gresik tersebut, istilah “Suci" tercipta ketika seorang tokoh bernama Sultan Mahmud Sadad Alam yang berasal dari Gedah. Beliau datang ke Jawa dengan tujuan hendak bertemu dengan Raja Brawijaya (Majapahit) dan mengislamkan raja tersebut, serta menyerahkan putrinya yang bernama Putri Dewi Ritno Suwari kepada Raja Brawijaya.
Namun niat Sultan Sadad Alam ini tampaknya ditolak oleh Raja Brawijaya, sebab itulah dengan perasaan kecewa beliau pulang ke negerinya. Dalam perjalanan pulang Sultan Sadad Alam sempat singgah di Cerme, kemudian menuju ke arah utara ke wilayah Polaman. Di utara Polaman kemudian Sultan Sadad Alam bersuci / wudlu (sholat) di sebuah sumber mata air, karena sumber yang berkhasiat dan airnya mensucikan, maka, daerah itu di beri nama "SUCI".
Peristiwa ini terjadi pada tahun 1313 tahun Jawa dengan sinengkalan "Tahun Ngidul Bumi Ngulon" atau "Kaya Wulan Putri Iku" sehingga bila dikonversikan di tahun masehi menjadi 1391 (1313+78). Itulah tahun lahirnya Desa Suci. Maka sampai dengan saat ini (2017), Desa Suci telah berusia 626 tahun.
"...Kacarios Raja Gedah (Sultan Sadad Alam) tuwin wadya santanipun lereh ing jurit siti dusun Careme, ngalengser dating ing Polaman wonten ing sak loripun Polaman Sultan Sadad Alam asesuci, mila dusun meniko kaidin nami dusun Suci..."
Keberadaan sumber mata air sebagai cikal bakal nama "SUCI" ini nampaknya tetap hidup dalam cerita rakyat masyarakat setempat meskipun dengan perbedaan sudut pandang cerita. Diceritakan bahwa salah satu murid Sunan Giri yang Bernama Syeikh Jamaludin Malik diberi tugas untuk menyebarkan agama Islam di sebelah barat Gresik. Dalam mengemban tugas mulia tersebut, tidak jarang di perjalanan Syeikh Jamaludin Malik mendapat beberapa rintangan yang tidak mudah dihadapinya, yaitu termasuk kondisi sosial dan cuaca alam yang tidak mendukung untuk seorang perantauan. Sesampai ditempat tujuan, ia tinggal di kampung Polaman, salah satu kampung yang ada di barat Kota Gresik. Setelah mengenal dan memahami kondisi sosial masyarakat setempat, ia mulai mendirikan sebuah Masjid sebagai tempat beribadah dan tempat untuk mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat.
Setelah Masjid selesai di bangun, Syeikh Jamaludin Malik membuat sumur untuk kebutuhan bersuci dan lainnya. Berkat karomah yang dimilikinya, air pun dengan mudah menyembur deras. Dari saking derasnya, air mengalir kemana-mana. Melihat air yang begitu banyak, masyarakat sekitar berbondong-bondong datang ke Masjid guna untuk memanfaatkan sumber air tersebut.
Berawal dari itulah, nama sumur itu di abadikan oleh penduduk sekitar, dengan diberi nama Sumur Gede yang berarti Sumur Besar walaupun ukurannya tidak jauh berbeda dengan sumur pada umumnya. Tapi karena besar manfaatnya, maka sumur tersebut diberi nama Sumur Gede. Di sebelah Sumur tersebut, terdapat pohon asam yang tinggi menjulang. Karena buah asam itu rasanya manis, diabadikan oleh masyarakat menjadi nama kampung, yaitu Kampung Asemanis. Karena di Desa Asemanis semakin hari semakin ramai, maka kebutuhan kepada air secara otomatis semakin bertambah, sementara persediaan air yang ada semakin menipis.
Tak lama kemudian, Syeikh Jamaludin menemui Sunan Giri untuk berkonsultasi cara mengatasi problem yang dihadapi masyarakat itu. Melalui petunjuk Sunan Giri, ia menelusuri lereng bukit yang ada disebelah utara kampung Polaman. Di sela-sel pohon yang rimbun Syeikh Jamaludin menemukan sumber mata air yang jernih dan besar. Untuk menghormati keberadaan mata air suci inilah sebagai wujud rasa syukur yang tinggi kepada Sang Pencipta maka warga mengadakan upacara Rebo Wekasan.
PEMERINTAH DESA SUCI SALURKAN BANTUAN BERAS KEPADA 867 KELUARGA PENERIMA MANFAAT
KKN Mahasiswa UISI 2023
BUDAYA REBO WEKASAN DESA SUCI
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Rapat membangun Komitmen antara Karang Taruna Desa Kemangi

